Studi kasus solusiAP-001

SMILE Kemenkes: saat stok dan suhu rantai dingin vaksin di ribuan puskesmas bisa dibaca dari satu dasbor

Apotek, PBF & LabRantai pasok farmasi, vaksin, dan logistik kesehatan
Mikroskop laboratorium

Studi kasus solusi adalah skenario berbasis pola masalah umum di industri. Isinya tidak merujuk klien tertentu dan bukan portofolio proyek MarkasDev. Portofolio proyek klien dipublikasikan terpisah.

Konteks industri

Tepat dua tahun lalu, 15 Oktober 2024, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melakukan soft launching SATUSEHAT Logistik di Jakarta. Pesannya singkat: "Digitalisasi itu satu hal, yang penting integrasi. (Oleh karena itu) jangan bikin platform lain, pakai saja platform yang sudah dibangun UNDP (SMILE), tapi tingkatkan kapasitasnya supaya lebih banyak yang merasakan manfaatnya" (dikutip Disway, 17 Oktober 2024; versi bahasa Inggris dalam rilis UNDP 15 Oktober 2024). Rilis UNDP yang sama menyebut distribusi dalam SATUSEHAT Logistik dijalankan secara real-time memakai SMILE, sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1568/2024.

SMILE (Sistem Monitoring Imunisasi Logistik secara Elektronik, kini juga disebut Sistem Monitoring Inventaris Logistik Kesehatan secara Elektronik) dimulai 2018 sebagai pilot di 54 fasilitas kesehatan di Kota Bogor dan Tangerang Selatan. Laporan tahunan SMILE 2021 menyebut aplikasinya awalnya diadaptasi dari Electronic Vaccine Intelligence Network (eVIN) India. Sistem ini dibangun Kementerian Kesehatan bersama UNDP, dengan dukungan pendanaan Gavi dan Pemerintah Jepang.

Halaman ini adalah tulisan pihak ketiga atas kasus publik, bukan portofolio klien. MarkasDev tidak membangun, mengoperasikan, atau menjadi vendor SMILE maupun SATUSEHAT Logistik. Kami membedahnya karena polanya sangat dekat dengan pekerjaan sehari-hari apotek, PBF, laboratorium, rumah sakit, dan distributor yang menyimpan produk sensitif suhu: stok harus terlihat sampai titik terakhir, suhu harus terpantau di luar jam kerja, dan data harus cukup dipercaya untuk dipakai merencanakan pengadaan. Pelajarannya kami susun dengan kerangka Diagnose, Deliver, dan Operate. Semua angka diambil dari sumber yang kami buka; daftar lengkap ada di akhir halaman.

Masalah

Menurut studi kasus UNDP Digital Health for Development Hub (Februari 2025), pada 2018 Kementerian Kesehatan hanya punya gambaran data imunisasi rutin sampai tingkat provinsi, tanpa visibilitas di tingkat kecamatan dan "last mile". Proses berbasis kertas yang tidak seragam membuat stok dan suhu tidak terlihat secara real-time. Akibatnya, menurut dokumen yang sama, sering terjadi vaksin terbuang, kelebihan stok, kekosongan stok, dan cakupan yang tidak memadai karena pasokan tidak cocok dengan kebutuhan di lapangan. Laporan tetap dibuat di tingkat nasional, tetapi datanya dipertanyakan.

Skala masalahnya besar. Dokumen UNDP menyebut kohort kelahiran Indonesia sekitar 5 juta bayi per tahun, tersebar di ribuan pulau. Vaksin juga barang yang rusak diam-diam: harus disimpan di 2–8°C, dan analisis ekonomi SMILE (UNDP, dipublikasikan Februari 2024) mencatat bahwa sebelum logger dipasang, petugas mengecek suhu secara manual dua kali sehari pada jam kerja sesuai Permenkes 12/2017. Artinya, suhu tidak dipantau terus-menerus. Laporan tahunan SMILE 2021 menyebut penyebab ekskursi suhu yang umum: listrik padam, banjir, atau peralatan rusak saat akhir pekan.

Biaya nyata dari data yang buruk paling jelas terlihat di perencanaan pengadaan 2023. Analisis ekonomi UNDP mencatat Direktorat Imunisasi mengusulkan 13.284.485 vial vaksin rutin anak untuk 2023 dengan asumsi stok nasional per 31 Desember 2022 sebesar 9.628.936 vial, sehingga 3.665.550 vial perlu dibeli. Data SMILE menunjukkan stok per tanggal yang sama 12.207.138 vial, sehingga kebutuhan tambahan menurut SMILE hanya 1.077.347 vial. Laporan menyebut data SMILE itu dikonfirmasi ulang lewat stock taking di 8.000 puskesmas (80 persen dari total), yang mencatat sisa stok belum kedaluwarsa 7.830.350 vial. Bagian laporan yang kami baca tidak menjelaskan bagaimana kedua angka itu direkonsiliasi, jadi kami menuliskannya apa adanya. Seorang staf Direktorat Pelayanan Kefarmasian dikutip UNDP (Februari 2025) menyatakan data stok SMILE membantu menghemat anggaran pengadaan vaksin lebih dari Rp100 miliar. Angka penghematan itu adalah kutipan, bukan hasil audit yang kami lihat.

Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan Rizka Andalusia (rilis Kemenkes, 15 Oktober 2024) menambahkan konteks yang lebih luas: SATUSEHAT Logistik lahir karena pencatatan dan pelaporan obat serta alat kesehatan terfragmentasi, sehingga sulit dipantau di tingkat daerah maupun nasional. Dokumen UNDP 2025 juga menyebut lebih dari 400 sistem kesehatan digital yang dibangun pemerintah pusat dan daerah.

Batasan

  • Geografi dan skala: kohort kelahiran sekitar 5 juta per tahun di ribuan pulau; SMILE kini dipakai di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota (UNDP)
  • Produk sensitif suhu: vaksin disimpan di 2–8°C; logger memberi notifikasi bila suhu di atas 8°C atau di bawah 2°C (analisis ekonomi UNDP)
  • Pemantauan manual sebelumnya hanya dua kali sehari pada jam kerja, sementara ekskursi bisa terjadi malam atau akhir pekan karena listrik padam, banjir, atau alat rusak
  • Kebiasaan kerja kertas yang sudah lama; UNDP mencatat ada keengganan di tingkat nasional dan provinsi saat awal adopsi, dan scale-up awal ke 25 kabupaten/kota berjalan lambat
  • Pengguna akhir adalah tenaga kesehatan dengan beban kerja tinggi; UNDP mencatat 80 persen pengguna SMILE adalah perempuan, sehingga pelatihan dan dukungan harus menjangkau fasilitas terpencil
  • Konektivitas dan infrastruktur tidak seragam; hasil studi ekonomi diambil dari delapan puskesmas perkotaan dengan fasilitas memadai, sehingga perlu hati-hati saat diekstrapolasi
  • Harus selaras dengan arsitektur nasional SATUSEHAT dan Kepmenkes HK.01.07/MENKES/1568/2024, bukan menjadi aplikasi pulau baru
  • Pendanaan donor dan pemerintah (Gavi, Pemerintah Jepang, dan lainnya) dengan kebutuhan membuktikan nilai ekonomi untuk investasi lanjutan

Pendekatan

Diagnose

Bagian ini adalah pembacaan kami atas dokumen publik, bukan klaim bahwa MarkasDev terlibat.

Diagnose dalam kasus SMILE dimulai dengan belajar dari sistem yang sudah berjalan. UNDP Indonesia membawa staf Kemenkes dan UNDP dalam studi banding ke India untuk mempelajari eVIN: perencanaan, implementasi, tantangan, dan dampaknya. Vidia Darmawi, SMILE Project Manager UNDP Indonesia, dikutip menyebut bahwa setelah studi banding pada kuartal terakhir 2022, Kemenkes punya konsep paling jelas tentang ekosistem SMILE yang bukan hanya soal software, tetapi juga hardware dan kapasitas manusia (terjemahan kami).

Langkah kedua adalah membakukan proses bisnis sebelum menulis kebutuhan sistem. Pada 2018 UNDP mendukung needs assessment lalu menyusun standar operasional prosedur (SOP) rantai pasok sampai last mile secara iteratif: setiap langkah, aktor, peran, dan tanggung jawab divalidasi bersama pemangku kepentingan. Augustian Proklamirsyah, IT System and Infrastructure Specialist UNDP Indonesia, dikutip: "We don't want to work twice", karena proses dibakukan dulu, kebutuhan dan solusi dirancang mengikuti proses itu, lalu diuji sejak awal.

Bagi perusahaan farmasi atau distribusi, pertanyaan yang setara: di titik mana stok terakhir benar-benar diketahui, siapa mencatat suhu dan kapan, dan keputusan pengadaan mana yang dibuat dengan angka yang tidak dipercaya. Pemetaan seperti ini cocok dikerjakan lewat Diagnose sebelum memilih aplikasi.

Deliver

Ini juga analisis kami atas dokumen publik.

Menurut UNDP (Februari 2025), fase pertama pengembangan pada 2020 merekrut tim pengembang lokal dan membangun aplikasi berbasis cloud dengan back-end database untuk fungsi minimum: pelacakan inventaris, pemesanan, manajemen aset, pemantauan suhu, dan profil fasilitas. Pilot di puskesmas Bogor dan Tangerang Selatan dipakai untuk mengumpulkan umpan balik soal kegunaan, desain, dan fungsi, lalu diteruskan ke pengembang.

Fase kedua pada awal 2021, atas arahan Kemenkes, menambahkan fitur khusus vaksin COVID-19: lokasi GPS, pemantauan dan pelacakan suhu, pemindaian QR untuk identifikasi vial, situs materi pelatihan, laporan yang dapat disesuaikan, serta modul API untuk interoperabilitas dengan sistem lain. UNDP menyebut SMILE dirancang sebagai solusi open source agar kode dan sumber dayanya bisa dipakai ulang untuk program lain.

Perangkat kerasnya sama penting. Laporan tahunan 2021 menyebut logger suhu ber-SIM dipasang di lemari pendingin dan mengirim data ke server SMILE setiap 10 menit. Jumlahnya 86 unit pada 2018 dan 714 unit pada 2020; analisis ekonomi menyebut 633 tempat penyimpanan vaksin ber-logger dalam studinya; blog UNDP Februari 2024 menyebut hampir 5.000 fasilitas sudah memasang logger; halaman proyek UNDP terkini menyebut lebih dari 6.000 logger IoT. Alarm SMS dan email dikirim ke dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota untuk stok di bawah minimum, stockout, vaksin kedaluwarsa, stok di atas maksimum, pengiriman pesanan, dan pelaporan insiden.

Pola Deliver yang bisa ditiru: rilis fungsi minimum di sedikit lokasi, tambah integrasi dan identitas produk (QR) setelah proses stabil, lalu hubungkan perangkat sensor ke alur notifikasi yang punya penerima jelas. Untuk organisasi swasta, pekerjaan ini biasanya bertumpu pada integrasi sistem & API dan aplikasi lapangan yang ringan, dikerjakan per milestone lewat Deliver.

Operate

Ini juga analisis kami atas dokumen publik.

Yang paling sering diremehkan dari SMILE adalah besarnya kerja Operate. UNDP (Februari 2025) mencatat tim awalnya empat orang untuk dua kabupaten pilot dan 54 fasilitas, lalu bertambah menjadi 41 staf saat scale-up ke 38 provinsi: ahli infrastruktur, analis data, staf regional dan provinsi, help desk, dan administrasi. Help desk melayani 24/7 lewat telepon, ditambah grup WhatsApp per kabupaten untuk pengingat, video tutorial, dan panduan singkat. Masalah yang tidak selesai di tingkat provinsi dieskalasi ke tim nasional, lalu ke pengembang bila memang masalah TI.

Pelatihan dibuat berlapis: modul e-learning di aplikasi mobile, panduan teknis, train-the-trainer dari UNDP ke staf Kemenkes lalu ke dinas kesehatan, dan pelatihan penyegaran. Dasbor analitik dipakai dinas kesehatan saat supervisi untuk melihat tingkat keaktifan, kualitas data, dan suhu lemari vaksin. Fasilitas yang lama tidak aktif ditandai untuk pelatihan lanjutan. Auditor internal maupun eksternal disebut memakai logbook transaksi SMILE sebagai kertas kerja audit.

Kapasitas teknis juga direncanakan. Laporan tahunan 2021 memuat tabel infrastruktur: server produksi di pusat data Kemenkes berbasis OpenShift, database terpisah untuk OLTP, OLAP, dan proses CRON, VM platform IoT, serta staging Kubernetes di cloud. Uji beban 2021 dicatat untuk 2.000 pengguna bersamaan dengan tingkat keberhasilan 99 persen; transaksi harian tertinggi per Desember 2021 tercatat 110.130 dengan 33.997 pengguna terdaftar.

Bagi organisasi di luar pemerintah, inilah porsi yang biasanya hilang dari anggaran: help desk, pemantauan keaktifan pengguna, perawatan sensor, dan pengukuran ulang dampak. Itulah ruang lingkup Operate.

Arsitektur tingkat tinggi

Alur ini penyederhanaan kami dari laporan tahunan SMILE 2021, studi kasus UNDP Februari 2025, dan rilis Kemenkes/UNDP 15 Oktober 2024, bukan hasil audit sistem produksi. Spesifikasi server di laporan 2021 mencakup rencana kapasitas sampai 2024, konfigurasi produksi terkini tidak dipublikasikan di sumber yang kami buka. Interval 10 menit dan logger ber-SIM berasal dari laporan tahunan 2021, jenis protokol komunikasi logger tidak dirinci di sumber terbuka. Blog UNDP Februari 2024 menyebut analitik big data dan AI tanpa rincian model atau penggunaannya, sehingga field AI pada entri ini kami set false.

Outcome tipikal

Angka di bawah dikutip apa adanya dari sumber yang kami buka. Beberapa halaman UNDP memuat potret pada waktu berbeda, sehingga angkanya tidak selalu sama. Kami menuliskan sumbernya di setiap baris.

Pilot dan stockout. Analisis ekonomi UNDP (Februari 2024) menyebut SMILE menurunkan kejadian stockout vaksin 70 persen dalam enam bulan pertama penerapan; pilot mencatat 9.000 sampai 15.000 transaksi sejak Agustus 2018. Halaman proyek UNDP lainnya (berjudul Sistem Monitoring Inventaris Logistik Kesehatan secara Elektronik) menyebut stockout obat dan vaksin turun 27 persen dan kelebihan stok turun 31 persen.

Nilai ekonomi. Investasi SMILE tahun 2021 dihitung Rp35.538.377.736, terdiri dari peningkatan software Rp5,59 miliar, tenaga lapangan dan ahli Rp11,31 miliar, pemeliharaan software Rp7,65 miliar, hosting cloud publik Rp829 juta, help desk Rp504 juta, logger IoT Rp2,80 miliar, serta pengembangan kapasitas dan e-learning Rp6,84 miliar. Total penghematan Rp133.929.723.777, sebagian besar dari pencegahan pengeluaran vaksin yang tidak perlu (Rp101,1 miliar) dan penghematan jam kerja pemantauan suhu (Rp18,2 miliar) serta penyusunan laporan (Rp14,4 miliar). Hasilnya ROI 2,77 dan BCR 3,77.

Rantai dingin. Logger IoT yang terhubung ke SMILE diperkirakan dapat mencegah potensi kerugian akibat ekskursi suhu hingga Rp457.152.196 (sekitar US$32.000) per puskesmas per bulan. Laporan itu sendiri menyebut angka ini bisa terlalu tinggi karena mengasumsikan semua vaksin yang tersimpan dalam sehari rusak.

Skala per 2024–2026. Rilis Kemenkes dan UNDP 15 Oktober 2024: lebih dari 800 juta dosis vaksin dan 100 juta dosis obat dikelola di 10.000 fasilitas di 38 provinsi; Kemenkes bersama UNDP dan Gavi mengelola pengiriman 450 juta dosis vaksin COVID-19 kepada setidaknya 185 juta orang dalam satu tahun. Halaman proyek UNDP terkini: hampir satu miliar dosis vaksin dan obat terlacak, termasuk 127 juta unit ARV, 52 juta obat anti-TB, dan 20 juta obat antimalaria; lebih dari 13.000 fasilitas aktif; hampir 30.000 pengguna aktif per bulan dengan sekitar 1,1 juta transaksi per bulan; kehilangan dan kesalahan inventaris 0,1 persen untuk vaksin COVID-19 dan 1,5 persen untuk imunisasi rutin.

Perluasan ke komoditas lain. ME-SMILE untuk limbah medis memakai kantong limbah ber-QR dan timbangan digital; waktu proses limbah turun dari 3 jam menjadi 30 menit (UNDP 2025). Untuk rabies, 353.541 dosis vaksin tercatat di SMILE per Juli 2024.

Indikator Angka Sumber (tanggal)
Stockout vaksin, 6 bulan pertama turun 70% Analisis ekonomi UNDP (Feb 2024)
ROI / BCR 2,77 / 3,77 Analisis ekonomi UNDP (Feb 2024)
Investasi 2021 Rp35.538.377.736 Analisis ekonomi UNDP (Feb 2024)
Penurunan kesalahan entri data 95% / 67% Studi kasus UNDP (Feb 2025) / halaman proyek UNDP
Transaksi per bulan 0,9–1,2 juta / ~1,1 juta / >1,7 juta Studi kasus UNDP (Feb 2025) / dua halaman proyek UNDP
Logger suhu 714 (2020), ~5.000 fasilitas (Feb 2024), >6.000 Laporan 2021 / blog UNDP / halaman proyek UNDP
Dosis COVID-19 terpantau ~454 juta di >12.000 fasilitas Studi kasus UNDP (Feb 2025)
Outcome tipikal atau yang diharapkan, bukan klaim hasil proyek MarkasDev.

Mengapa kasus ini penting bagi apotek, PBF, dan laboratorium

Rantai dingin vaksin pemerintah adalah versi ekstrem dari masalah yang dihadapi banyak pelaku usaha kesehatan: produk bernilai tinggi, sensitif suhu, tersebar di banyak titik, dan dicatat oleh orang yang pekerjaan utamanya bukan administrasi. SMILE menunjukkan bahwa jawabannya bukan satu aplikasi canggih, tetapi kombinasi SOP, perangkat sensor, integrasi, dan tim pendamping yang bekerja bertahun-tahun.

Urutannya juga penting: SMILE mulai dari 54 fasilitas, tumbuh lambat ke 25 kabupaten/kota, lalu melesat saat pandemi menciptakan kebutuhan mendesak. Organisasi swasta jarang punya momen sebesar itu, jadi perlu menyiapkan bukti nilai sendiri lewat pengukuran sebelum dan sesudah.

Jika gudang, cabang, atau laboratorium Anda masih mengandalkan buku suhu dan rekap stok bulanan, mulai dari Diagnose untuk memetakan titik buta, lanjutkan dengan integrasi sistem & API dan aplikasi lapangan lewat Deliver, lalu jaga adopsinya lewat Operate. Studi kasus lain di sektor ini dapat dilihat di halaman Apotek, PBF & Lab.

Sumber

  1. Kementerian Kesehatan RI, 15 Oktober 2024. SATUSEHAT Logistik untuk Monitoring Distribusi Vaksin dan Obat-Obatan: https://kemkes.go.id/eng/satusehat-logistik-untuk-monitoring-distribusi-vaksin-dan-obat-obatan
  2. UNDP Indonesia, 15 Oktober 2024. Transforming Indonesia's Medical Supply Chain: Ministry of Health Introducing SATUSEHAT Logistics: https://www.undp.org/indonesia/press-releases/transforming-indonesias-medical-supply-chain-ministry-health-introducing-satusehat-logistics-collaboration-undp-indonesia
  3. Disway, 17 Oktober 2024. Menkes Budi Gunadi Sadikin Resmikan Platform SATUSEHAT Logistik: https://disway.id/read/829050/menkes-budi-gunadi-sadikin-resmikan-platform-satusehat-logistik-dukung-industri-kesehatan-digital
  4. UNDP Indonesia. SMILE (Electronic Health Logistics Inventory Monitoring System), halaman proyek: https://www.undp.org/indonesia/projects/smile-electronic-health-logistics-inventory-monitoring-system
  5. UNDP Indonesia. Sistem Monitoring Inventaris Logistik Kesehatan secara Elektronik (SMILE), halaman proyek: https://www.undp.org/indonesia/projects/sistem-monitoring-inventaris-logistik-kesehatan-secara-elektronik-smile
  6. UNDP Indonesia, 15 Februari 2024. Unveiling the Economic Value of SMILE: https://www.undp.org/indonesia/blog/unveiling-economic-value-smile-indonesias-digital-solution-vaccine-supply-chain-system
  7. UNDP Indonesia. The Economic Analysis of SMILE for Immunization Program (laporan PDF): https://www.undp.org/indonesia/publications/economic-analysis-smile-immunization-program
  8. UNDP Digital Health for Development Hub, Februari 2025. Success in Nationally Scaling a Supply Chain System in Indonesia (PDF): https://digitalhealthfordevelopment.undp.org/upload/documents/Success_in_Nationally_Scaling_a_Supply_Chain_System_in_Indonesia.pdf
  9. UNDP Indonesia. SMILE Annual Report 2021, Managing Immunization Supply Chain in Indonesia (PDF): https://undpngddlsprod01.blob.core.windows.net/pdc/GAVI%20Annual%20Report%202021_rev0707.pdf

Diakses pada 15 Oktober 2026 (WIB).

Pertanyaan umum

Apakah MarkasDev terlibat dalam pembangunan SMILE atau SATUSEHAT Logistik?
Tidak. Ini kajian pihak ketiga atas kasus publik Kementerian Kesehatan dan UNDP. MarkasDev bukan pengembang, operator, maupun vendor SMILE. Kami menulisnya untuk menarik pelajaran dengan kerangka Diagnose, Deliver, Operate.
Apa hubungan SMILE dengan SATUSEHAT Logistik?
Menurut rilis UNDP dan Kemenkes 15 Oktober 2024, SATUSEHAT Logistik adalah komponen ekosistem data kesehatan SATUSEHAT untuk rantai pasok obat dan alat kesehatan, dan distribusinya dijalankan real-time memakai SMILE sesuai Kepmenkes HK.01.07/MENKES/1568/2024. Halaman proyek UNDP menyebut SMILE sebagai salah satu komponen inti SATUSEHAT Logistik.
Seberapa andal angka ROI 2,77 dan potensi Rp457 juta per puskesmas per bulan?
Keduanya berasal dari analisis ekonomi UNDP yang memakai data delapan puskesmas perkotaan dan mengekstrapolasinya ke tingkat nasional. Laporan itu sendiri menyebut biaya pelatihan daring mungkin membuat ROI dan BCR terlalu tinggi, angka ekskursi suhu bisa berlebihan, dan temuannya bersifat awal. Gunakan angka ini sebagai indikasi, bukan janji.
Apakah SMILE memakai AI?
Blog UNDP Februari 2024 menyebut analitik big data dan AI, tetapi tidak menjelaskan model atau penggunaannya. Inti sistem yang terdokumentasi adalah pencatatan inventaris, logger suhu IoT, QR, alarm, dan dasbor. Karena itu kami tidak mengategorikan kasus ini sebagai kasus AI.
Apa yang bisa ditiru apotek berjaringan, PBF, atau laboratorium swasta?
Mulai dari pemetaan titik stok dan titik penyimpanan bersuhu, bakukan SOP penerimaan dan pengeluaran, pasang logger di penyimpanan paling kritis dengan alur alarm yang jelas, hubungkan data ke sistem pengadaan, lalu siapkan help desk dan pelatihan berkelanjutan.