Studi kasus solusi

SATUSEHAT: menyatukan rekam medis ribuan fasilitas kesehatan (analisis kasus publik)

FaskesKesehatan (program nasional)
Koridor rumah sakit yang terang

Studi kasus solusi adalah skenario berbasis pola masalah umum di industri. Isinya tidak merujuk klien tertentu dan bukan portofolio proyek MarkasDev. Portofolio proyek klien dipublikasikan terpisah.

Konteks industri

Catatan keterbukaan: ini analisis atas kasus publik. SATUSEHAT adalah program Kementerian Kesehatan RI. MarkasDev bukan pelaksana, bukan klien, dan tidak terlibat dalam proyek ini. Halaman ini bukan portofolio kami. Kami hanya membaca dokumen publiknya untuk menunjukkan apa yang terjadi ketika teknologi harus menyambungkan ribuan organisasi yang berbeda.

Menurut dokumentasi resminya, SATUSEHAT adalah platform pertukaran data kesehatan (Health Information Exchange) yang menghubungkan fasilitas pelayanan kesehatan, regulator, penjamin, dan penyedia layanan digital. Platform ini memakai standar HL7 FHIR untuk model data dan API-nya. Menurut tulisan opini di kumparan, platform ini diluncurkan Kemenkes pada 26 Juli 2022.

Dasar kewajibannya adalah Permenkes No. 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Panduan monitoring SATUSEHAT menyebut bahwa setiap fasilitas kesehatan wajib mengirimkan data rekam medis elektronik (RME). Tulisan kumparan yang sama menyebut tenggat integrasi 31 Desember 2023.

Kasus ini relevan bagi pimpinan rumah sakit, dinas kesehatan, BUMD, dan penyelenggara layanan publik lain. Tantangannya bukan sekadar membeli aplikasi. Tantangannya adalah membuat banyak sistem berbeda bertukar data dengan cara yang sama, dan memastikan pertukaran itu terus berjalan setelah peluncuran.

Masalah

Sebelum ada jalur pertukaran data bersama, data pasien tertahan di masing-masing fasilitas. Kemenkes sendiri menyatakan tujuan platform ini agar pasien tidak perlu berulang kali mengisi formulir baru saat berpindah fasilitas kesehatan (rilis Kemenkes, 4 September 2023).

Di sisi petugas, masalahnya adalah input berulang. Penulis opini di kumparan (dr. I Dewa Gede Dony Lesmana, 21 Agustus 2026) menggambarkan satu pasien yang terduga tuberkulosis: petugas harus memasukkan data yang sama ke aplikasi Cek Kesehatan Gratis (CKG), Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), sistem informasi Puskesmas (SIMPUS), dan sistem informasi JKN. Menurutnya, ini menyita waktu, menambah beban administrasi, dan meningkatkan risiko salah input.

Akar masalahnya fragmentasi. Penulis yang sama menyebut Kemenkes pernah memetakan lebih dari 400 aplikasi kesehatan pemerintah yang belum terintegrasi di fasilitas kesehatan, dikelola direktorat berbeda dengan standar data dan format laporan masing-masing. Angka ini kami kutip sebagai klaim penulis tersebut. Kami tidak menemukan dokumen pemetaannya di sumber primer.

Ada juga masalah tata kelola klaim. Surat Edaran Bersama 30 Juli 2026 menempatkan RME terintegrasi sebagai dokumen elektronik pendukung pengelolaan klaim JKN. Dokumen itu menyebut kebutuhan akan jejak data yang dapat ditelusuri untuk transparansi dan pengawasan.

Batasan

  • Ribuan fasilitas dengan sistem RME berbeda: ada yang memakai vendor (partner system), ada yang RME mandiri, dan keduanya harus terdaftar serta terverifikasi di SATUSEHAT Platform
  • Fragmentasi aplikasi pemerintah: menurut penulis opini kumparan, lebih dari 400 aplikasi dengan standar data dan format laporan masing-masing
  • Kualitas integrasi tidak seragam: penulis yang sama menyebut masih banyak vendor yang hanya melakukan bridging minimal tanpa mengirim diagnosis dan resep
  • SDM IT terbatas dan infrastruktur tidak merata; BMI (dikutip youngster.id) menyoroti kesenjangan infrastruktur di luar Pulau Jawa dan sistem lama di daerah
  • Data pasien sangat sensitif: keamanan dan hak akses harus dijaga, dan BSSN ikut menandatangani Surat Edaran Bersama 2026
  • Kepatuhan diatur regulasi: Permenkes 24/2022 dan Surat Edaran Menkes HK.02.01/MENKES/1030/2023 yang disebut vendor eHealth.co.id memuat sanksi bagi fasilitas yang capaian pengirimannya rendah

Pendekatan

Diagnose

Bagian ini adalah analisis: bagaimana fase Diagnose akan tercermin pada kasus seperti ini. Ini bukan klaim bahwa MarkasDev mengerjakan SATUSEHAT.

Diagnose berbayar berguna sebelum satu baris kode ditulis. Bagi sebuah rumah sakit atau dinas kesehatan, pertanyaannya konkret. Sistem RME apa yang dipakai, dan apakah vendornya sudah terverifikasi di SATUSEHAT Platform? Data apa yang sudah terstruktur (kunjungan, diagnosis) dan apa yang masih di kertas atau spreadsheet? Siapa yang memegang kode akses API produksi, dan apa risikonya bila orang itu pindah tugas? Dokumentasi SATUSEHAT sendiri menunjukkan prasyaratnya: pemutakhiran data sistem RME di aplikasi DFO, Regfasyankes, atau RS Online, lalu pengisian kontak SATUSEHAT untuk membuat akun. Kode akses API produksi disebut muncul dalam 3 hari kerja setelah itu. Diagnose memetakan semua prasyarat ini beserta pemiliknya, sehingga tenggat dan tanggung jawab jelas sejak awal.

Deliver

Ini juga analisis. Fase Deliver memecah pekerjaan menjadi milestone dengan kriteria penerimaan yang bisa diperiksa. Panduan dashboard capaian yang ditulis vendor eHealth.co.id membedakan resource dasar (kunjungan dan diagnosis) dari resource penunjang (misalnya observasi, tindakan, dan resep). Urutan itu cocok dijadikan milestone: pertama kunjungan dan diagnosis terkirim, lalu modul penunjang satu per satu.

Kriteria penerimaannya harus terukur, misalnya transaksi FHIR berstatus sukses (HTTP 200 atau 201) untuk resource yang disepakati, dan data yang sama tidak diketik dua kali di loket. Kriteria ini kami susun sebagai contoh. Ini bukan target resmi program. Integrasi minimal yang hanya membuat status hijau di dashboard tidak lolos. Kasus ini menunjukkan mengapa: penulis kumparan menyebut vendor yang bridging minimal tanpa diagnosis dan resep.

Operate

Ini analisis juga. Integrasi yang sudah berjalan tetap bisa rusak: kredensial kedaluwarsa, perubahan versi RME, atau jaringan puskesmas yang putus. Dokumentasi SATUSEHAT menyediakan alat operasional: Ringkasan Transaksi FHIR, Log Transaksi FHIR per resource dengan status sukses atau gagal dan kode respons (misalnya 200, 201, 400, 500), tampilan default 90 hari terakhir, serta unduhan log hingga 6 bulan.

Dalam kerangka Operate, log ini menjadi bahan retainer bulanan: siapa memantau, ambang apa yang memicu tindakan, berapa lama waktu respons (SLA), dan laporan apa yang diterima pimpinan. Menurut kami di situlah selisih antara integrasi yang selesai di atas kertas dan integrasi yang benar-benar dipakai.

Arsitektur tingkat tinggi

Diagram ini penyederhanaan kami dari dokumentasi publik SATUSEHAT dan bukan diagram arsitektur resmi. Fasilitas memperoleh kode akses API produksi lewat DFO, Regfasyankes, atau RS Online setelah pemutakhiran data sistem RME. Ringkasan Transaksi FHIR hanya menghitung transaksi berstatus HTTP 200 atau 201. Log transaksi menampilkan resource, metode, status, dan kode respons sehingga kegagalan bisa dilacak dan diaudit. Viewer SATUSEHAT RME diintegrasikan bertahap dan awalnya dipakai di sejumlah rumah sakit vertikal Kemenkes.

Outcome tipikal

Semua angka di bawah berasal dari sumber yang kami buka, dan ruang lingkupnya berbeda-beda sehingga tidak boleh dibandingkan langsung. Yang tersedia adalah angka adopsi, bukan angka dampak.

Pada 4 September 2023, Kemenkes menyatakan 792 rumah sakit hingga puskesmas telah tergabung di SATUSEHAT Platform dan jumlahnya terus bertambah (rilis Kemenkes).

Awal 2026, laporan BMI yang dikutip youngster.id (9 April 2026) menyebut 95% rumah sakit nasional telah terhubung secara sistem. Ini laporan media atas laporan pihak ketiga.

Materi Kemenkes berjudul Capaian Implementasi SatuSehat Maret 2026, yang kami baca lewat ringkasan di Scribd, menyebut 3.292 rumah sakit dengan 96,7% terhubung per 2 Maret 2026. Untuk klinik utama disebut 4.308 fasilitas dengan 73% terhubung. Peringatan: ringkasan itu memakai istilah berbeda (terdaftar, terkoneksi, terintegrasi) dan persentasenya tidak sepenuhnya cocok bila kita hitung ulang dari jumlah fasilitasnya. Anggap angka ini indikatif. Selisih rumah sakit dan klinik utama menunjukkan bahwa layanan primer tertinggal.

Pada 30 Juli 2026, Kemenkes, KPK, Kemendagri, BPJS Kesehatan, dan BSSN menandatangani Surat Edaran Bersama tentang percepatan RME terintegrasi SATUSEHAT dalam pengelolaan klaim JKN.

Menurut tulisan kumparan (21 Agustus 2026), dashboard monitoring yang diperbarui Agustus 2026 menunjukkan seluruh puskesmas dan rumah sakit sasaran dashboard telah terintegrasi dan rutin mengirim data. Kami tidak bisa membuka dashboard itu sendiri, jadi ini kutipan tidak langsung. Penulis yang sama mengingatkan bahwa input berulang di fasilitas masih terjadi.

Yang tidak kami temukan: angka publik terverifikasi tentang waktu kerja petugas yang dihemat, penurunan klaim ditolak, atau kecepatan klaim JKN. Kami tidak mengarang angka itu. Klaim manfaat dalam siaran pers, seperti klaim lebih cepat dan efisien, adalah tujuan yang dinyatakan dan bukan hasil terukur.

Outcome tipikal atau yang diharapkan, bukan klaim hasil proyek MarkasDev.

Tentang analisis ini

Ini analisis atas kasus publik, bukan proyek klien MarkasDev. Kami membaca dokumen Kemenkes, dokumentasi SATUSEHAT Platform, dan beberapa tulisan pihak ketiga. Setiap angka dalam halaman ini berasal dari sumber yang kami buka, dan kami menyebut ruang lingkup serta keterbatasannya. Kutipan dari media dan opini kami tandai sebagai kutipan tidak langsung.

Mengapa kasus ini penting bagi organisasi Anda

Kesehatan adalah wilayah di mana keterlambatan data berdampak langsung pada orang. Pernyataan Menkes dalam peluncuran Viewer SATUSEHAT RME merangkumnya: data mengikuti pasien, bukan pasien yang harus mengikuti data. Untuk pimpinan rumah sakit, dinas kesehatan, dan BUMD, pertanyaan yang sama berlaku di bidang lain: keuangan lokal, logistik, layanan publik. Seberapa banyak data yang Anda punya diketik dua kali, dan seberapa cepat kegagalan pengiriman data terdeteksi?

Membaca kasus lewat kerangka Diagnose, Deliver, Operate

Pola yang tampak adalah tiga pertanyaan berurutan. Apa kondisi sistem dan siapa pemilik tiap bagiannya? Itulah tugas Diagnose, yang paling berguna bila dilakukan sebelum membangun apa pun. Bagaimana menyambungkan sistem yang berbeda dengan kriteria penerimaan yang jelas? Untuk itu lihat layanan integrasi sistem dan API. Siapa yang menjaga sambungan itu setelah peluncuran dan dengan SLA apa? Itu wilayah Operate.

Bila Anda menimbang kapan pemetaan awal layak dibayar terpisah, kami membahasnya di Kapan organisasi perlu Diagnose berbayar sebelum membangun sistem.

Batas analisis

Kami tidak mewawancarai pihak Kemenkes atau fasilitas kesehatan. Kami tidak membuka dashboard nasional secara langsung. Beberapa angka berasal dari ringkasan pihak ketiga dan kami tandai demikian. Tanggal peluncuran Viewer SATUSEHAT RME di situs Ditjen Kesehatan Lanjutan tidak konsisten (teks rilis menulis 1 September 2025, tanggal halaman 1 September 2026), maka kami tidak memakai tahunnya. Karena itu, anggap halaman ini bahan diskusi, bukan laporan audit.

Sumber

Diakses pada 30 September 2026.

  1. Kemenkes, Kemenkes Perkuat Tata Kelola Klaim JKN melalui Integrasi Rekam Medis Elektronik dengan SATUSEHAT, 30 Juli 2026.
  2. Kemenkes, Begini Cara Terintegrasi ke SATUSEHAT bagi Fasyankes dan Penyedia Rekam Medis Elektronik, 4 September 2023.
  3. SATUSEHAT Platform, Fasyankes (panduan registrasi).
  4. SATUSEHAT Platform, Dashboard Monitoring Integrasi SATUSEHAT.
  5. SATUSEHAT Platform, Log Transaksi FHIR.
  6. SATUSEHAT Platform, FHIR.
  7. Ditjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Launching Viewer SATUSEHAT RME.
  8. dr. I Dewa Gede Dony Lesmana (opini), Bukan Menambah Aplikasi, Saatnya Menyatukan Data Kesehatan, kumparan, 21 Agustus 2026.
  9. youngster.id, Menuju Satu Data: Indonesia Pacu Transformasi Digital Kesehatan lewat SATUSEHAT, 9 April 2026 (mengutip BMI).
  10. Kemenkes (materi presentasi, ringkasan di Scribd), Capaian Implementasi SatuSehat Maret 2026.
  11. eHealth.co.id, Panduan Cara Melihat Capaian Pengiriman Data SATUSEHAT, 5 Agustus 2024 (blog vendor).

Pertanyaan umum

Apakah MarkasDev mengerjakan atau menjadi vendor SATUSEHAT?
Tidak. SATUSEHAT adalah program Kementerian Kesehatan RI. Halaman ini analisis kasus publik dari dokumen yang dapat diakses siapa pun. Ini bukan klien dan bukan portofolio MarkasDev.
Apa yang dimaksud dengan integrasi RME ke SATUSEHAT?
Sistem rekam medis elektronik fasilitas kesehatan mengirim data (misalnya kunjungan dan diagnosis) ke SATUSEHAT Platform lewat API berstandar HL7 FHIR, sehingga data dapat dipakai bersama tanpa diketik ulang. Dasarnya adalah dokumentasi resmi SATUSEHAT.
Mengapa angka dampak seperti waktu yang dihemat tidak ditampilkan?
Karena kami tidak menemukan angka tersebut di sumber publik yang terverifikasi. Kami memilih mengakui celahnya daripada menaksir.
Apa pelajaran praktisnya bagi rumah sakit atau pemda?
Mulai dari inventarisasi sistem dan pemilik data, tetapkan kriteria penerimaan yang menyangkut kelengkapan data, dan siapkan pemantauan rutin setelah peluncuran. Kerangka Diagnose, Deliver, dan Operate MarkasDev membantu menyusun urutan itu.