Studi kasus solusiP174

Integrasi sistem legacy Holding / multi-entity yang silo antar modul operasional

Scale-up & HoldingHolding / multi-entity20 September 2026
Kantor dengan pemandangan kota

Studi kasus solusi adalah skenario berbasis pola masalah umum di industri. Isinya tidak merujuk klien tertentu dan bukan portofolio proyek MarkasDev. Portofolio proyek klien dipublikasikan terpisah.

Konteks industri

Grup usaha multi-entitas dengan konsolidasi dan shared service. Tim lean; banyak proses masih chat dan spreadsheet. Fokus pada pola masalah umum di holding / multi-entity.

Batasan

  • Vendor lama lambat
  • Downtime layanan inti tidak boleh panjang
  • Master data kotor
  • Anggaran bertahap

Pendekatan

Diagnose

Menyusun diagnosis: Pemetaan integrasi existing, gap master data, risiko cutover.

Deliver

Menghadirkan: Adapter/API bertahap, outbox pattern, UI exception untuk gagal sync.

Operate

Mengoperasikan: Monitoring sync, runbook mapping, change control integrasi.

Arsitektur tingkat tinggi

Secret management. Logging tanpa data sensitif berlebih.

Outcome tipikal

Double entry di titik kritis turun; selisih rekonsiliasi menyempit.

Outcome tipikal atau yang diharapkan, bukan klaim hasil proyek MarkasDev.

Pertanyaan umum

Apakah harus ganti sistem inti?
Tidak selalu. Diagnose sering cukup adapter + perbaikan master data.
Bagaimana migrasi tanpa downtime?
Cutover bertahap, dual-run singkat, dan rollback plan yang diuji.
Siapa pemilik mapping?
Ditunjuk data steward operasional + IT; bukan hanya vendor.